Pages

Powered by Blogger.
.

Popular Posts

Saturday, 15 November 2014

Universalitas Islam

Agama Universal
Islam adalah agama yang universal/integral/menyeluruh atau agama yang SYAMIL. Kemenyeluruhan atau universalitas Islam (syumuliyyatul Islam) meliputi segala aspek. Paling tidak, ada 3 aspek syumuliyyatul Islam :

1.            Universal dari segi MASA (شُمُوْلِيَّةُ الزَّمَانِ)
2.            Universal dari segi SISTEM (شُمُوْلِيَّةُ الْمِنْهَاجِ)
3.            Universal dari segi TEMPAT (شُمُوْلِيَّةُ الْمَكَانِ)

Dari Masa ke Masa (شُمُوْلِيَّةُ الزَّمَانِ)
·         Islam adalah agama manusia pertama (Nabi Adam AS) dan para nabi dan rasul setelahnya, sampai berakhir pada Nabi Muhammad SAW.
·         Jadi Islam adalah agama dari masa ke masa, tidak pernah terputus.

Islam Agama Satu-satunya.
·          Allah SWT menegaskan bahwa sebutan MUSLIMIN (orang-orang Islam) bukan sebutan baru bagi umat Nabi Muhammad SAW, tapi seluruh pengikut para Nabi dan Rasul disebut Muslimin.
·         22:78 هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا

Kesatuan Risalah وَحْدَةُ الرِّسَالَة)ِ)
·         Islam menyeluruh dari zaman ke zaman karena adanya kesatuan risalah para Rasul yang diutus Allah SWT
·         21:25 misi para rasul adalah sama: akidah dan ibadah
·         Tidak ada dari rasul yang kemudian mendirikan agama baru, dengan penyembahan yang baru, misalnya menyembah dirinya (3:79)
·         Bahkan Al-Qur’an itu sudah disebut-sebut di kitab-kitab sebelumnya (26:196)

Risalah Penutup
·         Kesatuan risalah (misi) itu sampai dengan risalah yang dibawa oleh penutup para Nabi, Muhammad SAW (33:40)
·         Inilah risalah terakhir (penutup) sekaligus penghapus, penyempurna risalah-risalah sebelumnya
·         9:33, 48:28, 61:9 Allah mengutus rasul itu membawa dua hal: al-Huda dan Islam (agama yang benar)

Universal dari segi SISTEM (شُمُوْلِيَّةُ الْمِنْهَاجِ)
Syumuliyyatul Islam yang kedua adalah syumuliyyatul minhaj (universalitas dari segi sistem atau tatanan). Minhaj Islam memang meliputi seluruh sendi kehidupan manusia, tidak ada yang terlupakan. Karena itu, tidak boleh memecah-mecah ajaran Islam (sekularisme sangat ditolak dalam Islam!). 2:85 أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ à Allah marah kepada orang yang beriman kepada sebagian Al-Qur’an, dan ingkar terhadap sebagian yang lain à balasannya? kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah SWT yang menurunkan Islam adalah Dzat yang Maha Mengetahui, sehingga sistem Islam merinci segala hal. 6:38 مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ (Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al Kitab). 16:89 وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ (Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu).

Bangunan yang Utuh :
Minhaj Islam laksana sebuah bangunan yang utuh; ia memiliki
1.            Pondasi (اَلأَسَاسُ)
2.            Bangunan (اَلْبِنَاءُ)
3.            Pendukung atau atap (اَلْمُؤَيِّدَاتُ)

Bangunan Islam.
·         Pondasinya adalah syahadatain
·         Tiang-tiangnya adalah empat rukun Islam lainnya: shalat, puasa, zakat, hajji àapakah bangunan yang hanya pondasi dan tiang sudah cukup? Ada yang mau tinggal di situ?
·         Dinding-dindingnya ada empat:
        Sistem sosial (الإجتماعي)
        Sistem politik (السياسي)
        Sistem ekonomi (الإقتصادي)
        Sistem budaya (الثقافي)

Atapnya adalah jihad fi sabilillah. Secara lebih sederhana, minhaj yang utuh yang diserupakan dengan bangunan yang utuh, terdiri dari :
1.            Pondasi: akidah
2.            Bangunannya: ibadah dan akhlak
3.            Atapnya: jihad dan dakwah



Pondasi atau Asas.
·         Asas bangunan Islam adalah asas yang paling kokoh: AQIDAH yang terangkum dalam syahadatain (rukun Islam pertama) dan enam rukun Iman
·         Sedangkan asas yang lain seperti tepian jurang yang hampir longsor
·         9:109 inilah perbandingan antara asas aqidah (takwa) dan asas lainnya
        Bangunan yang didirikan atas asas akidah akan kokoh
        Bangunan berasas yang lainnya akan roboh dan jatuh ke jurang àberbahaya sekali

Jenis Pondasi.
·           Keperluan akan tingkat kekuatan pondasi bergantung pada bangunan yang akan didirikan di atasnya
·           Bagaimana dengan Islam? Islam adalah tinggi, tidak ada yang lebih tinggi dari Islam à bangunan tertinggi à pondasinya mesti super kuat
·           Wajar kalau Rasulullah SAW membuat pondasi ini memerlukan waktu lebih banyak (13 tahun) dibanding bangunannya itu sendiri
Bangunan ini didirikan di atas pondasi akidah yang kokoh à akan berdiri tegak. Intinya ada dua:
1.         IBADAH dalam arti luas: mahdhah (khusus, ritual) dan ‘ammah (semua perbuatan baik, termasuk empat dinding-dinding tadi)
2.         AKHLAK: tata pergaulan antara manusia dengan Allah, sesamanya, lingkungan, dan juga dirinya sendiri

Pentingnya Jihad. 29:6, 69 bahwa “hidayah itu setelah berjihad” (اَلْهِدَايَةُ بَعْدَ الْجُهْدِ).47:31 Allah akan menyeleksi atau memilih manusia: jihad – tidak?. Setelah jihad: sadar – tidak?. Jihad juga disebut puncaknya ibadah (قِيْمَةُ الْعِبَادَةِ).
Universal dari Segi Tempat (شُمُوْلِيَّةُ الْمَكَانِ)

·                Islam berlaku untuk segala tempat (seluruh dunia)
·                Segala tempat di bumi ini à mesti tegak Islam di atasnya
·                Jadi, tidak ada hak manusia mengusir orang-orang Islam à pengusiran adalah pelanggaran (22:40)
·                90:2 Makkah adalah halal untuk tempat tinggal Rasulullah, tapi orang-orang kafir mengusir beliau SAW

Kesatuan Alam.
          Karena Penciptanya satu, maka alamnya juga satu 2:29
          Tidak ada alam lain yang diciptakan oleh pencipta yang lain
          67:15 Allah yang menciptakan bumi
          Jadi Islam-lah satu-satunya yang Allah berlakukan di bumi Allah ini (3:19)
          Selain Islam, tidak berlaku dan tidak diakui (3:85)

10 Sistem Hidup

Secara rinci, ada 10 sistem hidup dalam Islam
1.            Sistem keyakinan (اَلاِعْتِقَادِيُّ)
2.            Sistem akhlak (اَلأَخْلاَقِيُّ)
3.            Sistem perilaku (اَلسُّلُوْكِيُّ)
4.            Sistem perasaan (اَلشُّعُوْرِيُّ)
5.            Sistem pendidikan (اَلتَّرْبَوِيُّ)
6.            Sistem sosial (اَلاِجْتِمَاعِيُّ)
7.            Sistem politik (اَلسِّيَاسِيُّ)
8.            Sistem ekonomi (اَلاِقْتِصَادِيُّ)
9.            Sistem militer (اَلْعَسْكَرِيُّ)
10.          Sistem hukum perundang-undangan (اَلْجِنَائِيُّ)


·          


No comments:

Post a Comment